Asal Mula Kota Pemalang
Sumber
: http://bagueswaluyo.blogspot.com
Asal Mula Kota
Pemalang
Dalam
kepemimpinannya di Kadipaten Pemalang,Sang Adipati Anom (baru) mengadakan
pertemuan dengan para Punggawa Kadipaten untuk membahas masalah pembangunan di
Pemalang.untuk mempermudah hubungan dengan daerah-daerah di Pemalang kala itu,
Adipati Pangeran Benowo memerintahkan kepada Patih Djiwonegoro untuk membangun
dua jembatan di sungai banger dan di sungai Srengseng di Kebondalem.pada saat
diberi mandat tugas tersebut,dengan spontan Patih Djiwonegoro menjawab
"sampun dados (sudah jadi),kanjeng Adipati".
Mendengar
jawaban Patih Djiwonegoro,sang Adipati Pangeran Benowo tercengang
dibuatnya.untuk membuktikan kebenaran ucapan Djiwonegoro,pada pagi harinya
Pangeran Benowo meninjau lokasi dua jembatan tersebut,dan ternyata apa yang di
ucapkan Djiwonegoro benar adanya,di dua sungai tersebut telah terbentang
jembatan yang di kehendaki Adipati.maka semakin yakinlah Pangeran Benowo kepada
bhakti dan kesetiaan patih Djiwonegoro,putra asli pemalang yang masyhur
kesaktiannya.
Pada
hari berikutnya,sang Adipati Benowo memerintahkan lagi kepada patih Djiwonegoro
untuk membangun lagi dua jembatan di sungai Rambut di Bojongkelor dan sungai
Plawangan.namun lagi-lagi dijawab "sampun dados,kanjeng Adipati" oleh
Djiwonegoro.namun kali ini Adipati Benowo tak perlu lagi mengecek kebenaran
jawaban yang di berikan oleh patihnya,dikarenakan sang Adipati sudah
mempercayainya.
Bahkan
bulan-bulan berikutnya adipati Pangeran Benowo memerintahkan lagi untuk
membangun beberapa jembatan berturut-turut,jembatan-jembatan tersebut antara
lain sebagai berikut:
-
Jembatan Gianti,terdapat didepan polres lama,Sirandu.
-
Jembatan di kali Waluh,Kedungbanjar.
-
Jembatan di sungai Comal,kali Comal.
-
Jembatan sungai Plawangan, di Lawangrejo.
-
Jembatan sungai Sudetan di desa Krasak.
-Jembatan
Pesapen, didepan kantor kecamatan Pemalang.
-
Jembatan Slarang di sungai Waluh,di perbatasan desa Lenggong,Slarang.
- Jembatan
sungai Raja (Siraja) di wilayah Bantar bolang,tepatnya di dukuh
Simbang,Pegiringan.
-
Jembatan di perkebunan kelapa Gentongreot,Karang moncol.
-
Jembatan di desa Mejagong di kali Comal.
-
Jembatan di desa Datar,di kali Comal.
-
Jembatan Sudetan di daerah Moga,didepan Pesanggragan dan pemandian.
-
Jembatan di perbatasan desa Cikasur dan desa Randu dongkal.
-
Jembatan di desa Bulakan,dan -
-
Jembatan di desa Belik.
DI
NOBATKAN SEBAGAI PATIH SAMPUN
![]() |
| (gambar ilustrasi) |
Pada
pertemuan berikutnya,Adipati pangeran Benowo melibatkan Tumenggung dan seluruh
Demang serta para Penatus dan Bekel se kadipaten Pemalang,dalam acara
tersebut,Adipati pangeran Benowo mengucapkan terima kasih kepada Patih
Djiwonegoro dan para punggawanya atas jasa-jasanya dalam membangun beberapa
jembatan di wilayah kadipaten Pemalang,maka,atas jasanya tersebut patih
Djiwonegoro diberi gelar "sampun",dan sejak saat itu Patih
Djiwonegoro lebih dikenal sebagai Patih Sampun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar