Translate

Selasa, 17 Desember 2013

rebo wekasan

 Rabu Pungkasan

Sumber: http://www.wawasandigital.com  Pemalang Post dot com

RANDUDONGKAL - Bagi masyarakat Desa Mejagong dan sekitarnya di Kecamatan Randudongkal, Pemalang, hari Rabu terakhir di Bulan Sapar mempunyai arti sendiri. Sebab pada saat tersebut dilaksanakan ritual turun temurun tradisi buang sengkala atau tolak bala di Bendung Mejagong.

Tradisi ini cukup terkenal dikalangan masyarakat Jawa, namun ada banyak versi yang mengklaim kemunculannya, lantaran masing-masing daerah berbeda-beda dalam mempraktekannya. Rebo Wekasan Merupakan Budaya Islam, karena Rebo Wekasan atau yang dikenal juga dengan istilah rebo pungkasan adalah Rabu terakhir di bulan Safar.


foto ilustrasi
"Tradisi Rabu Pungkasan yang dipercaya sebagai tolak bala tidak diketahui kapan pertama kali dilaksanakan. Namun oleh masyarakat sekitar Desa Mejagong hal tersebut dipercaya sebagai sarana membuang sengkala dengan jalan mandi dan memotong rambut di sebuah lokasi yang dahulu terdapat batu keramat yang dinamakan batu sanggar," jelas Zaenudin (40), warga setempat, yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu menjadi panitia perayaan Rabu Pungkasan.

Menurut Zaenudin, mayoritas warga yang melaksanakan Rabu Pungkasan justru dari luar Desa Mejagong, meski dari warga setempat juga ada yang melaksanakannya untuk meramaikan tradisi tersebut.

Mencukur Rambut
Dan biasanya mulai Selasa malam di atas pukul 00.00 WIB sudah ada warga masyarakat yang datang ke Bendung Mejagong untuk melakukan ritual tolak bala, dengan jalan mandi dan mencukur sebagian rambutnya. Tidak sedikit pula yang menggunakan waktu tersebut untuk meminta kepada Yang Maha Kuasa agar diberi rezeki yang berlimpah, atau jodoh bagi yang belum mempunyai pasangan hidupnya.

kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar